'/> SHARING

Sabtu, 03 Maret 2012

Wasit yang selalu menjadi kambing hitam

Presiden UEFA, Michel Platini, sejak lama menolak dengan tegas wacana penggunaan teknologi garis gawang (goal-line technology). Dalam wawancara dengan koran Jerman Welt am Sonntag, legenda sepak bola Perancis ini menilai ide tersebut sangat buruk.


Platini mengatakan, tidak ideal menggunakan kamera untuk menentukan sebuah gol. Dia lebih suka tenaga manusia. Itu sebabnya UEFA menguji coba penggunaan tambahan dua asisten wasit di Liga Europa sejak musim 2009/2010.



Asisten wasit tambahan ini ditempatkan di sisi masing-masing gawang. Tugasnya adalah mengawasi segala kejadian di kotak penalti yang biasanya luput dari perhatian wasit utama dan hakim garis. Bila ada insiden kontroversial, mereka akan memberi rekomendasi kepada wasit utama.



Kelihatannya ideal. Tetapi apa benar demikian?



Pada 17 September 2009, di Goodison Park, Everton menjamu AEK Athens dalam partai pertamanya di Liga Europa musim tersebut. Dalam laga, wasit mengeluarkan kartu merah untuk penyerang Everton (ketika itu), Louis Saha, karena kedapatan menyentuh bola.
                                                                                                                                                     
Wasit mengeluarkan keputusan itu setelah menerima laporan dari asistennya di sisi gawang Athens. Tetapi pelatih Everton, David Moyes, tak habis pikir mengapa asisten wasit tambahan tidak melihat seorang pemain Athens menendang bokong Saha dengan sengaja pada insiden pertama, namun menyaksikan dengan jelas pemain Prancis tersebut menyentuh bola.



Moyes bukan tak sepakat dengan kartu merah Saha, tetapi ia merasakan ketidakadilan. Itu sebabnya pelatih asal Skotlandia ini tidak antusias dengan penggunaan tambahan asisten wasit. Kebijakan itu tidak serta merta membuat pertandingan menjadi sempurna.



Para wasit pun sebenarnya tidak sepakat dengan tambahan asisten. Mereka merasa koleganya memiliki ancaman keselamatan dan kenyamanan. Bila misalnya, dalam kasus Everton tadi, pemain Athens yang menendang bokong Saha diusir dari pertandingan dan di belakang asisten wasit itu adalah tribun bagi suporter Athens maka sang asisten akan menerima hujatan sepanjang sisa waktu pertandingan. Ini bisa mengganggu fokus bekerja.



Kontroversi adalah hal yang senantiasa membayangi pertandingan sepak bola. Ironisnya, hal itu bukan dalam konotasi sering terjadi. Juga tidak terjadi di setiap partai dalam sebuah kompetisi walau kadang kala terjadi di partai krusial seperti final. Kontroversi sering bermula dari keputusan wasit seperti yang baru saja terjadi dalam partai besar Serie A antara AC Milan dan Juventus pekan lalu.



Namun reaksi pada kontroversi keputusan wasit itulah yang sering kurang sesuai. Ide teknologi di garis gawang dan tambahan asisten wasit adalah sebagian di antaranya. Usaha mengurangi kesalahan wasit sebenarnya terus dilakukan oleh pengelola sepak bola. Kursus penyegaran skill dan aturan, latihan kebugaran, tes kesehatan, psikologi, dan mental secara rutin dilakukan wasit. Belakangan, wasit juga memakai alat komunikasi selama bertugas.



Tetapi wasit bekerja dalam sebuah situasi yang serba cepat, melibatkan banyak manusia pula. Ada kalanya pandangan mereka terhalang oleh pergerakan lain, padahal mereka sudah berada di posisi ideal. Ini belum termasuk memperhitungkan tekanan besar yang mereka peroleh dari pemain kedua tim dan penonton di stadion.



Kembali ke kasus pertandingan AC Milan dan Juventus, hakim garis di sisi atas dari tayangan televisi dua kali melakukan kesalahan. Pertama, karena tidak mengesahkan gol Sulley Muntari dan kedua akibat menganulir gol Alessandro Matri. Walaupun kesalahan itu baru bisa dipastikan setelah melihati tayangan ulang lambat televisi.



Dan itulah yang sering terjadi. Orang menghakimi wasit karena menyaksikan melalui tayangan ulang dan dari berbagai sudut kamera. Bukan real-time yang demikian cepat dan kadang bisa menipu pandangan wasit.



Bicara tentang wasit yang biasa menjadi kambing hitam juga terkait dengan kompetensi. Wasit dan para asistennya yang ditugaskan dalam sebuah pertandingan sudah melalui semua tahapan kualifikasi. Mereka punya kompetensi yang bisa dipertanggungjawabkan. Apabila terjadi kesalahan keputusan itu karena faktor manusia tadi yang tak luput dari kekeliruan.



Bagaimana bila keputusan wasit merugikan tim? Sekali lagi, ujaran yang mengatakan kontroversi tidak terjadi di sepanjang pertandingan dan kompetisi perlu dikedepankan. Dalam kasus Juventus, ketika gol (pertama) Matri dianulir, toh ia tetap mampu mencetak gol kedua yang membuat skor imbang 2-2. Ini membuktikan ada ketangguhan mental dari Matri dan timnya. Dia tak goyah dengan keputusan pertama.



Lain halnya bila memang keputusan wasit yang aneh bin ajaib itu terjadi di kompetisi Indonesia. Setangguh apapun mental pemain dan tim, kemenangan akan tetap menjauh. Yang ini sudah masuk dalam kategori kompetensi pengelola kompetisi, bukan lagi cuma wasit. 

Presiden UEFA, Michel Platini, sejak lama menolak dengan tegas wacana penggunaan teknologi garis gawang (goal-line technology). Dalam wawancara dengan koran Jerman Welt am Sonntag, legenda sepak bola Perancis ini menilai ide tersebut sangat buruk.

Platini mengatakan, tidak ideal menggunakan kamera untuk menentukan sebuah gol. Dia lebih suka tenaga manusia. Itu sebabnya UEFA menguji coba penggunaan tambahan dua asisten wasit di Liga Europa sejak musim 2009/2010.

Asisten wasit tambahan ini ditempatkan di sisi masing-masing gawang. Tugasnya adalah mengawasi segala kejadian di kotak penalti yang biasanya luput dari perhatian wasit utama dan hakim garis. Bila ada insiden kontroversial, mereka akan memberi rekomendasi kepada wasit utama.

Kelihatannya ideal. Tetapi apa benar demikian?

Pada 17 September 2009, di Goodison Park, Everton menjamu AEK Athens dalam partai pertamanya di Liga Europa musim tersebut. Dalam laga, wasit mengeluarkan kartu merah untuk penyerang Everton (ketika itu), Louis Saha, karena kedapatan menyentuh bola.
                                                                                                                                                     
Wasit mengeluarkan keputusan itu setelah menerima laporan dari asistennya di sisi gawang Athens. Tetapi pelatih Everton, David Moyes, tak habis pikir mengapa asisten wasit tambahan tidak melihat seorang pemain Athens menendang bokong Saha dengan sengaja pada insiden pertama, namun menyaksikan dengan jelas pemain Prancis tersebut menyentuh bola.

Moyes bukan tak sepakat dengan kartu merah Saha, tetapi ia merasakan ketidakadilan. Itu sebabnya pelatih asal Skotlandia ini tidak antusias dengan penggunaan tambahan asisten wasit. Kebijakan itu tidak serta merta membuat pertandingan menjadi sempurna.

Para wasit pun sebenarnya tidak sepakat dengan tambahan asisten. Mereka merasa koleganya memiliki ancaman keselamatan dan kenyamanan. Bila misalnya, dalam kasus Everton tadi, pemain Athens yang menendang bokong Saha diusir dari pertandingan dan di belakang asisten wasit itu adalah tribun bagi suporter Athens maka sang asisten akan menerima hujatan sepanjang sisa waktu pertandingan. Ini bisa mengganggu fokus bekerja.

Kontroversi adalah hal yang senantiasa membayangi pertandingan sepak bola. Ironisnya, hal itu bukan dalam konotasi sering terjadi. Juga tidak terjadi di setiap partai dalam sebuah kompetisi walau kadang kala terjadi di partai krusial seperti final. Kontroversi sering bermula dari keputusan wasit seperti yang baru saja terjadi dalam partai besar Serie A antara AC Milan dan Juventus pekan lalu.

Namun reaksi pada kontroversi keputusan wasit itulah yang sering kurang sesuai. Ide teknologi di garis gawang dan tambahan asisten wasit adalah sebagian di antaranya. Usaha mengurangi kesalahan wasit sebenarnya terus dilakukan oleh pengelola sepak bola. Kursus penyegaran skill dan aturan, latihan kebugaran, tes kesehatan, psikologi, dan mental secara rutin dilakukan wasit. Belakangan, wasit juga memakai alat komunikasi selama bertugas.

Tetapi wasit bekerja dalam sebuah situasi yang serba cepat, melibatkan banyak manusia pula. Ada kalanya pandangan mereka terhalang oleh pergerakan lain, padahal mereka sudah berada di posisi ideal. Ini belum termasuk memperhitungkan tekanan besar yang mereka peroleh dari pemain kedua tim dan penonton di stadion.

Kembali ke kasus pertandingan AC Milan dan Juventus, hakim garis di sisi atas dari tayangan televisi dua kali melakukan kesalahan. Pertama, karena tidak mengesahkan gol Sulley Muntari dan kedua akibat menganulir gol Alessandro Matri. Walaupun kesalahan itu baru bisa dipastikan setelah melihati tayangan ulang lambat televisi.

Dan itulah yang sering terjadi. Orang menghakimi wasit karena menyaksikan melalui tayangan ulang dan dari berbagai sudut kamera. Bukan real-time yang demikian cepat dan kadang bisa menipu pandangan wasit.

Bicara tentang wasit yang biasa menjadi kambing hitam juga terkait dengan kompetensi. Wasit dan para asistennya yang ditugaskan dalam sebuah pertandingan sudah melalui semua tahapan kualifikasi. Mereka punya kompetensi yang bisa dipertanggungjawabkan. Apabila terjadi kesalahan keputusan itu karena faktor manusia tadi yang tak luput dari kekeliruan.

Bagaimana bila keputusan wasit merugikan tim? Sekali lagi, ujaran yang mengatakan kontroversi tidak terjadi di sepanjang pertandingan dan kompetisi perlu dikedepankan. Dalam kasus Juventus, ketika gol (pertama) Matri dianulir, toh ia tetap mampu mencetak gol kedua yang membuat skor imbang 2-2. Ini membuktikan ada ketangguhan mental dari Matri dan timnya. Dia tak goyah dengan keputusan pertama.

Lain halnya bila memang keputusan wasit yang aneh bin ajaib itu terjadi di kompetisi Indonesia. Setangguh apapun mental pemain dan tim, kemenangan akan tetap menjauh. Yang ini sudah masuk dalam kategori kompetensi pengelola kompetisi, bukan lagi cuma wasit. 

Sabtu, 30 Juli 2011

Wow! Nazaruddin Diduga Punya 50 Perusahaan dan Uang Rp 2 Triliun

Jakarta - Mantan staf M Nazaruddin, Nuril Anwar buka mulut soal latar belakang mantan bosnya itu. Nuril menyebut Nazaruddin memiliki 50 perusahaan dan duit yang sangat banyak.

"Sekitar 50-an perusahaan tapi saya nggak ingat begitu detil. Tapi pusatnya ya itu PT Anak Negeri," ujar Nuril saat wawancara detikcom di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (29/7/2011) malam.

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu juga memiliki uang sekitar Rp 2 triliun. Hal ini berdasarkan keterangan sopir pribadi Nazaruddin, Aan yang sempat disampaikan kepada Nuril.

"Kalau menurut Aan yang cerita kepada saya, dia bawa Rp 700 miliar. Kalau uang dia (Nazaruddin) itu ada Rp 2 triliun. Tapi dia sudah prepare separuh asetnya sudah dipindahkan ke Singapura pada 2010 sebelum kasus ini mencuat. Ini menurut cerita Aan," terang Nuril.

Menurut Nuril, buronan KPK ini sebenarnya berasal dari keluarga yang tidak terlalu kaya raya. "Dia punya prinsip segala sesuatu bisa diselesaikan pakai uang. Dia sering bilang, tenang aja Ril, pakai duit juga beres. Dia memang punya banyak uang," terang pria yang kini sedang mengambil S2 jurusan Manajemen Pedidikan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu.

Nuril juga membantah bila perusahaan Nazaruddin juga dimilik Ketua Umum PD, Anas Urbaningrum. Menurutnya, Nazaruddin sering memanfaatkan PD dan Anas untuk kepentingannya pribadi.

"Itu nggak ada, tapi benar kalau perusahaan dia itu jadi berkembang karena dia sering membawa-bawa nama partai dan Anas untuk kepentingannya. Makanya dia bisa kaya raya begitu. Lobi-lobi pakai nama partai dan Anas, saya sih tidak pernah ikut kalau lobi-lobi, tapi saya tahu karena dia cerita," imbuh Nuril.

Hotel Graha Garuda, Cileungsi, Jawa Barat

Hotel graha garuda yang saya tau
hotel yang sudah gak pernah beroperasi alias bangkrut,
dan hotel yang berada di cileungsi bogor
sering saya lewati b ekerja tampak sudah
tak terurus semenjak jaman suharto sudah
tak lagi tak menjabat, dan konon hotel
tersebut milik keluarganya suharto,
tetapi setelah saya jelajah lewat
google maps ternyata berbentuk garuda

Waspada Uang Palsu Beredar di Rumah Makan

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Baharudin Djafar mengimbau masyarakat Jakarta selalu waspada terhadap maraknya peredaraan uang palsu yang diperkirakan marak pada bulan suci Ramadan.

"Uang palsu pada pecahan besar, karena dia cepat. Sedikit keluar banyak untungnya, seperti Rp 50.000 dan Rp 100.000," ujar Baharudin di Jakarta, Sabtu 30 Juli 2011.

Dikatakan Baharudin, perdaraan uang palsu itu biasanya ditemukan di lokasi yang ramai orang seperti rumah makan dan pusat perbelanjaan. Langkah yang bisa diambil polisi, kata Baharidin, yakni meminta kepada masyarakat untuk melarpokan jika mendapatkan uang palsu.

Mengantisipasti terjadi kerugian dalam jumlah yang besar, Baharudin meminta masyarakat bertindak preventif dengan menerapkan proses 3 D (dilihat, diraba, dan diterawang) pada uang yang dimiliki.

"Bank Indonesia sudah mengimbau kepada masyarakat dengan 3D itu. Sehingga pelaku sulit mengedarkan uang palsu di kalau masyarakatnya jeli," jelas Bahar.

Dia menambahkan, menyadari semakin banyaknya sindikat pemalsuan uang tingkat nasional, Mabes Polri sudah bekerjasama dengan Bank Indonesia untuk mewaspadai peredaran uang palsu.http://metro.vivanews.com/news/read/236939-waspada-uang-palsu-saat-ramadan

Sabtu, 11 Juni 2011

FC BARCELONA de CATALONIA


FC Barcelona - juga dikenal sebagai Barça, adalah sebuah klub olahraga di Barcelona, Katalonia, Spanyol yang mempunyai klub-klub dalam beberapa cabang olahraga, namun yang paling terkenal adalah sepak bola.

Didirikan pada 1899 oleh 12 pemain sepak bola berasal dari Swiss, Inggris, dan Spanyol dibawah pimpinan Joan Gamper. FC Barcelona memiliki motto "Barca bukan hanya sekedar klub" (El Barça, és més que un club) serta memiliki himne yang berjudul "El Cant del Barca" yang diciptakan oleh Jaume Picas and Josep Maria Espinàs. Tidak seperti klub sepak bola pada umumnya, FC Barcelona benar-benar milik dan dioperasikan oleh para suporternya. Stadion utamanya berada di Camp Nou, Barcelona.
Klub ini masuk menjadi peserta Primera División (Divisi Utama) sejak tahun 1928, dan bersama-sama Real Madrid dan Athletic Bilbaomenjadi tim yang tak pernah terdegradasi ke Segunda División (Divisi Dua). Klub ini juga menjadi klub yang menjuarai liga Spanyol pertama kali. Dengan persembahan 21 gelar Liga Spanyol, 25 gelar Copa del Rey, 9 gelar Piala Super Spanyol, 4 gelar Liga Champions Eropa, 4 gelar Piala UEFA, 2 gelar Piala Super Eropa, FC Barcelona menjadi salah satu tim tersukses di Spanyol, Eropa, dan dunia. Bukti paling nyata ketika pada tahun 2009 FC Barcelona berhasil menjadi klub Spanyol pertama yang berhasil meraih gelar Treble (juara La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions). Dilanjutkan dengan raihan gelar Piala Super Spanyol, Piala Super Eropa dan FIFA Club World Cup untuk melengkapi raihan gelarnya menjadi Sextuples. Barcelona merupakan klub sepak bola pertama di dunia yang melakukan raihan ini. Fans Barca juga sering dipanggil Culés.


Barça dikenal selalu menolak memasang logo sponsor pada seragam sepak bolanya karena Barca dianggap sebagai simbol Katalonia, dan segala macam tawaran sponsor yang "bersifat mengganggu" akan ditolak. Meskipun begitu, tim bola basket Barca diizinkan memasang logo sponsor pada seragamnya. Pada 7 September 2006, klub mengumumkan kesepakatan 5 tahun dengan UNICEF yang mengizinkan logo UNICEF untuk ditempatkan di kaos. Barcelona kemudian akan menyumbangkan 0,7% dari total pendapatan per tahun kepada UNICEF selama lima tahun.
Mengawali musim 2011-12, klub Katalan ini meninggalkan tradisinya yang enggan memasang sponsor di kostum. Mereka akan memakai nama Qatar Foundation yang dicantumkan di bagian depan kaus pemain. Sementara kerjasama dengan Unicef tetap berjalan.

Andre Taulany


Andre Taulany akrab disapa dengan Andre (lahir di Jakarta, 17 September 1974; umur 36 tahun) adalah seorang penyanyi, pemain film dan pelawakIndonesia.
Setelah bergabung dengan grup band Stinky, nama Andre lebih terkenal dengan Andre Stinky. Bersama Irwan (bass), Nanno (gitar), dan Edy (drum) serta Ndang (telah keluar); Stinky telah merilis 8 album di luar The Best Of Stinky dan Love Song Of Stinky. Album teranyar mereka bertajuk Pecinta Sejatidirilis tanggal 19 Mei 2007. Seperti album terdahulu grup band yang pernah meraih penjualan 1 juta kopi lewat hits mereka "Mungkinkah" dan "Jangan Tutup Dirimu", dalam album tersebut mereka juga masih mengusung tema cinta.
Andre akhirnya keluar dari grup band Stinky yang sudah membesarkannya, dan mencoba untuk bersolo karier, hits yang pernah dikeluarkan adalah lagu Cintailah Istanaku yang juga menjadi OST. Sinetron Akulah Arjunaku.
Selain menyanyi dan bermusik, putra pasangan Robby Haumahu dan Rasidah Hanum Hasibuan ini juga menjajal dunia akting dengan bermain di beberapa judul film, diantaranya Kiamat Sudah Dekat (2003) dan Cerita Cinta (2001).
Setelah berhubungan dengan beberapa wanita, di antaranya, Linda Rachman, Indah Ludiana dan Ayu Pratiwi. Laki-laki dengan tinggi 173 cm dan berat 56 kg ini akhirnya menambatkan hatinya pada wanita keturunan Padang, Rien Wartia Trigina (biasa dipanggil Erin). Mereka menikah pada tanggal 17 Desember 2005. Pada tanggal 30 November 2006, isteri Andre melahirkan anak pertama mereka yang berjenis kelamin laki-laki.

Daftar isi

 [sembunyikan]

[sunting]
Sinetron

  • Cerita Cinta
  • Kiamat Sudah Dekat
  • Terang Milikku Juga
  • Hidayah

[sunting]
Filmografi

[sunting]
Acara Komedi